Tuesday, January 3, 2017

Money Can't Talk. Your Habits Talk

Pernah mendengar istilah 'money talks'? Saya yakin kamu pernah. Uang mampu membeli kebahagiaan. Uang mampu mewujudkan keinginan. Itu sebabnya banyak orang berlomba - lomba bekerja keras, berupaya mencapai tingkat atau status tertentu untuk memperoleh uang sebanyak yang mereka mampu. Coba dengar percakapan orangtua dengan anaknya, "kenapa papa/mama bekerja?" Maka jawaban yang umum dilontarkan adalah mencari uang (begitu bukan? 😊). Dan realita di lapangan, semakin kita memiliki uang, semakin kita mengingin sesuatu untuk kita miliki.

Manusiawi? Well, kenyataannya seperti itu. Kita tanpa sadar berupaya memanjakan diri kita atas usaha yang telah kita lakukan (bahkan ketika kita belum mendapat bayaran atas hasil jerih payah kita!). Coba ingat - ingat, apa yang kita lakukan ketika mendapatkan kenaikan gaji, promosi, bonus, keuntungan atas penjualan dan lainnya? Kita cenderung berencana merenovasi rumah dengan dekorasi terbaru, mengganti perabotan, membeli mobil baru, jalan - jalan keluar negeri dan lain sebagainya.
Money can't talk. Your Habits talk.

Sekarang ingat - ingat lagi, kapan terakhir kamu berbelanja berdasarkan apa yang benar - benar kamu butuhkan dan hitung sisanya. Berapa banyak barang yang kamu beli karena keinginan sesaat ketika kamu melihat barang tersebut? Atau kamu membeli barang dengan alasan diskon sehingga sayang kalau tidak dimanfaatkan (dan kamu berpikir, toh nanti bisa dipakai ketika perlu 😕). Uang tidak dapat berbicara. Ia mengalir seperti air dan tiba - tiba .... wusshh. Habis tidak bersisa. Lalu di akhir bulan kamu bingung kemana aliran uang yang kamu terima. Dan kemudian kamu menyadari, wow. You don't have money to be saved!

Kebiasaan kita yang menentukan masa depan kita. Apakah kita mau menjadi kaya di masa tua atau miskin di masa tua dan foya - foya di masa muda. Kamu bisa bekerja lebih banyak atau ingin lebih sedikit. Kamu yang menentukan. Ada orang yang menghasilkan ratusan juta rupiah namun tidak memiliki tabungan namun ada juga yang hanya berpenghasilan 5% dari orang tersebut dan memiliki tabungan dan dana pensiun untuk masa tuanya.

Sayapun masih belajar memiliki kebiasaan ini. I try to control every penny I spend. Termasuk investasi. Ketika kamu berinvestasi, kamu tidak boleh kehilangan uang atas investasi tersebut. Uang yang bekerja untuk kamu.

Money can't talk. Kesejahteraan berasal dari disiplin dan kerendahan hati berasal dari penundukan diri untuk tulus mengembalikan sebagian harta yang kita peroleh kepada Sang Pemberi Rejeki. Sang Pencipta tidak pernah berhutang dan membutuhkan uang kita. Kesetiaan untuk berzakat atau perpuluhan atau apapun sebutannya adalah untuk mendisiplinkan kita hidup dengan rasa cukup.

Berapapun uang yang kamu miliki, maka tidak akan pernah cukup bila kamu tidak pernah merasa cukup. Ingat, uang tidak pernah berbicara. Akhirnya, kebiasaanmu yang akan menyelamatkanmu.

Mari hidup dengan rasa cukup hari ini!


No comments: