Saya yakin sahabat mungkin pernah atau bahkan sering mendengar pertanyaan tersebut; entah dari atasan anda, rekan kerja, mungkin juga pasangan anda (siapa tau 😉).
Nah kalau ditanya seperti itu, silahkan jawab jujur di dalam hati apakah saya sudah bekerja sungguh - sungguh atau hanya sekedar melakukan tanggung jawab saja ketika bekerja. Mungkin sahabat ada yang berkomentar, "saya kerja keras loh.
Semua yang diminta atasan, semua diselesaikan tepat waktu. Kadang libur saja masih kerja keras. Selalu datang tepat waktu meski mata masih sepet. Selalu ikut aturan perusahaan. Ayo kurang apa lagi?" Lalu ditambah lagi komentar begini, "sudah kerja keras tapi gaji ngga signifikan dengan keperluan sebulan. Plus karir gitu - gitu aja. Kurang apa lagi, coba?"
Saya sendiri pribadi juga seringkali berpikir yang sama (namanya juga manusia, yang inginnya lebih. Ingin banyak uang n santai - santai. Ingin makmur, minim kerja keras. Namanya juga manusia, hehehe). Akhirnya kalau ditambah tanggung jawab, saya komplain atau ketika diturunin jabatannya, bilang kalau atasannya ngga bisa kerja bener dan ngga adil. Atau lebih parah lagi pas di phk, bilangnya perusahaan dan atasan ngga punya rasa terima kasih. Nah loh?
Jadi esensi bekerja itu apa sih? Nah, daripada buat informasi palsu seperti berita hoax di social media, saya kutip dari kamus saja apa arti bekerja yang sesungguhnya. Menurut kamus webster, "work is be engaged in physical or mental activity in order to achieve a purpose or result" atau kalau saya artikan secara pribadi, bekerja adalah kesatuan aktivitas mental dan fisik untuk mencapai sebuah tujuan atau hasil. Sehingga seseorang itu dikatakan bekerja dengan sungguh - sungguh bila :
- Memiliki tujuan. Artinya ada tujuan yang jelas dan spesifik.Tentunya, tujuan yang dimaksud adalah tujuan dari sebuah pekerjaan itu sendiri. Kalau sahabat bekerja di sebuah organisasi, maka tujuan organisasilah yang harusnya tercapai.
- Ada hasil yang terukur dan dapat dibuktikan. Jadi disini pekerjaan tersebut, harus memiliki indikator kinerja. Coba deh dilihat apakah pekerjaan sudah memiliki ukuran kinerja yang jelas.
- Hasil kerja dapat dipertanggungjawabkan secara kualitas.
Sehingga kalau dua hal tersebut tidak ada, maka sebenarnya kita belum benar - benar bekerja.
Bayangkan perusahaan sahabat bekerja adalah rumah sahabat yang sedang direnovasi, dan sahabat adalah pekerjanya. Kalau sahabat yang memiliki rumah dan menjadi pekerjanya, kira - kira apa yang akan sahabat lakukan? Tentunya mau pekerjaan yang dilakukan menghasilkan kualitas yang wow kan? Bayangkan kalau misalnya, kita mengecat rumah kita sendiri lalu hasil pengecatannya berantakan dan boros cat, bukannya jadi pusing kepala sendiri? Karena rumah yang kita renovasi adalah rumah kita sendiri.
Sekarang, bayangkan, kalau seandainya perusahaan sahabat bekerja saat ini adalah perusahaan sendiri, kira - kira bagaimana sahabat bekerja? Tentunya sahabat pasti akan memastikan perusahaan tersebut terus bertumbuh, minim hutang, banyak aset, karyawan happy dan klien semakin banyak. Kalau perlu buka perusahaan dan produk baru. Iya ngga? Hanya seringnya kita menganggap kita hanya sebagai pekerja saja di perusahaan; yang digaji dan cukup melakukan pekerjaan sesuai dengan instruksi. Cukup. Lah kalau begini, misalnya perusahaan omsetnya menurun, siapa yang kena sialnya? Bukannya kita bisa tidak gajian tuh, bahkan kena phk? hehehe.
Sekarang, jawab lagi pertanyaannya: Do I really work today?
Kalau iya, maka secara otomatis sahabat akan:
- Memastikan perusahaan tempat sahabat bekerja terus bertumbuh dan memberi imbal hasil yang menguntungkan. Jadi ngga ada lagi tuh kita bilang, "kalau itu sih bukan urusan saya or itu bagiannya atasan saya or saya kan back office, bukan sales jadi ngga perlu promosiin perusahaan saya", dan seterusnya. Mental yang harus dimiliki adalah,"apa yang bisa saya lakukan supaya perusahaan makin bertumbuh?"
- Memastikan biaya yang keluar sebanding dengan pendapatan yang diperoleh. Mental seperti ini akan membuat sahabat menjadi sangat efisien dalam menggunakan sumber daya yang ada. Tidak hanya biaya listrik, atk, telepon, entertain dan lainnya, namun juga termasuk berapa waktu yang sahabat gunakan untuk menyelesaikan tanggung jawab sahabat dengan ekselen dibanding kongkow di cafe, warung kopi, tangga kantor or sekedar merokok supaya hilang stress (katanya begitu) trus minta ijin lembur.
- Terus menerus melakukan perbaikan proses kerja supaya lebih produktif dan inovasi yang berkelanjutan untuk memperbesar usaha perusahaan sahabat bekerja.
- Memberikan hasil dan kualitas kerja melebihi yang diharapkan karena sahabat sangat sadar bila perusahaan tidak bertumbuh, maka sahabat akan tidak mendapatkan penghasilan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sebagai pemilik usaha.
- Memperlakukan karyawan lain dengan respek. Pemilik usaha sangat bergantung kepada karyawannya untuk menjalankan usahanya (jadi tidak mudah bukan?) karena itu sangat penting memperlakukan orang lain dengan baik; termasuk didalamnya memberikan umpan balik secara positif, membantu meningkatkan keterampilan dan memberikan penghargaan. Tentunya, tidak perlu office politic yang saling menjatuhkan orang lain untuk kepentingan pribadi, apalagi demi posisi.
Bila sahabat sudah melakukan yang di atas dan hasilnya belum kelihatan sampai hari ini, maka selanjutnya tinggal si Pengatur Rejeki yang mengurusnya. Alih - alih komplain, yuk periksa lagi apakah saya sudah bekerja dengan sungguh - sungguh hari ini.
A true leader is someone who really understand their role on earth and how they behaviors will bring impact to others.
Do You really work today?
#3minutes leader

No comments:
Post a Comment