Dalam kegiatan coaching tersebut, sang petinggi tersebut menolak untuk menjalankan fungsi barunya, yaitu dari fungsi sales ke fungsi operational produksi. "Saya tidak punya pengalaman di bidang tersebut. Saya tidak bisa. Itu bukan saya banget." Kata sang petinggi itu.
Tiga kata tersebut sangat powerful dan sering diucapkan oleh banyak orang, termasuk kita. Tidak hanya dalam pekerjaan, namun juga termasuk beberapa aspek kehidupan kita; entah dalam pengambilan keputusan, tanggung jawab sebuah proyek baru, hubungan dan sebagainya. Tiga kata ini sangat mujarab untuk mengatasi situasi sesaat yang keberadaannya tidak kita inginkan.
Dalam pendekatan neuroscience yang saya pelajari (dan alami sendiri tentunya), otak manusia sesungguhnya memiliki kemampuan yang luar biasa untuk mempelajari hal baru, situasi atau peran yang baru. Namun hal ini dihambat oleh kemalasan dan ketakutan kita untuk keluar dari zona nyaman kita. Kenapa? Karena secara refleks otak kita mengambil kesimpulan bahwa situasi/hal/peran tersebut diinterpretasikan sebagai ancaman yang muncul melalui proses pemaknaan di sistem amigdala kita.
Maka, ketika kita mengatakan "saya tidak bisa", sistem otak kita melakukan blocking atas fungsi-fungsi tertentu yang menunjang aktivitas yang diharapkan sehingga akhirnya fisik kita, termasuk emosi tidak memunculkan perilaku tertentu.
Contohnya begini: kembali kepada seorang petinggi tadi yang sedang melalui proses pengkaderan diperusahaannya bekerja, ia adalah seorang yang berkecimpung selama puluhan tahun didunia sales. Ia terbiasa dengan target penjualan, presentasi dihadapan banyak orang dan mempengaruhi orang dengan karismanya sebagai tenaga sales. Kemudian tiba - tiba ia harus menjalani fungsinya yang jauh dari kebiasaannya. Ia harus memonitor kualitas produksi, menganalisa laporan dan membuat division dashboard termasuk analisa atas waste yang terjadi. Ia juga harus memonitor cashflow perusahaan untuk memastikan bahwa biaya produksi mencapai efisiensi yang diharapkan. Fungsi ini membutuhkan sebuah perilaku atau kebiasaan baru. Ia harus mampu memperhatikan detil, analisa sebab akibat dan menjaga keuangan cashflow tetap stabil. Tentu Anda juga pernah mengalaminya.
Hasil dari respon.
Perilaku Anda sesungguhnya adalah cerminan dari respon Anda terhadap situasi/tantangan/peran yang Anda sedang hadapi. Ketika Anda berespon positif terhadap hal - hal tersebut dan tidak menganggapnya sebagai ancaman, maka tubuh Anda akan mampu bekerja seperti yang Anda inginkan dan akan mendukung Anda mencapai tujuan yang Anda harapkan. Dan sebaliknya. Ketika Anda berespon negatif (salah satunya dengan mengatakan tidak bisa), maka otak Anda akan menginterpretasikan hal tersebut sebagai ancaman dan tubuh Anda menolak/menjauh dari perilaku tertentu. Bahkan, ketika penolakan tersebut semakin parah, Anda akan mengalami psikosomatis (misalnya: sakit perut, sakit kepala berkepanjangan, dll).
Ya, saya mau melakukannya. Ini merupakan salah satu bentuk respon positif untuk menstimulasi otak Anda untuk menghadapi tantangan/situasi/masalah/peran baru. Ketika Anda mengambil keputusan untuk berespon secara positif, maka otak Anda akan mengambil inisiatif membentuk sel - sel baru sehingga Anda akan mampu berperilaku baru seperti yang Anda inginkan. Tentu saja, ini diperlukan penguatan yang terus menerus sampai terbentuk sebagai sebuah kebiasaan dan akhirnya Anda secara refleks akan happy melakukannya.
Bisa atau tidak bisa?
No comments:
Post a Comment