Buat para profesional yang bekerja menjadi seorang tenaga penjual; entah yang sifatnya direct selling, soft selling, consultative selling, business development; atau apapun sebutannya; tujuan seorang tenaga penjual sesungguhnya hanya satu hal. Menjual produk. Sebagus apapun seorang tenaga penjual dalam berkomunikasi atau sekeren apapun strategi penjualan yang dibuat, bila ternyata ia tidak mampu menutup penjualan sesuai target yang ditetapkan, maka ia belum benar - benar menjadi seorang tenaga penjual.
Aktivasi Kerja Otak dalam Membeli Produk.
Pada dasarnya keputusan seseorang membeli atau memilih suatu produk atau jasa melibatkan satu bagian dari otak kita yaitu sistem limbik yang mengatur emosi seseorang. Fungsi emosi ini sangat berperan besar terhadap pengambilan keputusan seseorang. Kenapa? Pengambilan keputusan biasanya berdasarkan pengalaman masa lalu seseorang, yang biasanya berhubungan dengan perasaan nyaman dan tidak ada ancaman. Disini fungsi amigdala yang berada dalam sistem limbik bekerja. Jadi tidak heran seseorang bisa dengan cepat memutuskan membeli barang atau jasa tertentu namun sebenarnya tidak membutuhkannya. Kenapa? Karena bekerjanya fungsi emosi dalam mengambil keputusan. Hal ini pula yang digunakan oleh para sales terbaik dalam menjual atau menawarkan produknya. Keren, bukan?
Hanya Satu Kunci Suksesnya. Kalau Anda yang sering membaca buku - buku atau pelatihan mengenai teknik menjual yang efektif, Anda mungkin sudah mendapati berbagai macam teknik yang sudah Anda lakukan namun hasilnya belum maksimal seperti yang Anda harapkan. Dalam neuromarketing, kesuksesan sebuah penjualan kuncinya hanya satu. Think and Feel Like they Think and Feel. Anda tidak bisa memaksakan cara berpikir Anda dan apa yang Anda rasakan kepada orang lain karena bisa sangat mungkin pengalaman Anda berbeda dengan yang dirasakan oleh calon pembeli Anda. Ketika Anda menawarkan produk kepada anak muda usia 20an dengan seorang eksekutif usia 40an di sebuah bank akan sangat berbeda. Keduanya memiliki keinginan, pengalaman dan gaya yang berbeda. Seorang usia 20an mungkin bisa jadi mementingkan fleksibilitas, penampilan dan harga sedangkan yang satunya lagi mementingkan prestige, penampilan dan fungsi. So, paham kan kenapa strategi penjualan Anda kepada satu orang berhasil dan tidak berhasil kepada orang yang lain?
How do I know What they think and feel? Observasi. Lihat gayanya berpakaian, cara bicara, fokus perhatian terhadap hal - hal tertentu, dan lain - lain. Apalagi jaman sekarang, gunakan media sosial kamu untuk paham seperti apa orang yang akan Anda hadapi. Kalaupun orang tersebut tidak aktif di media sosial, kita bisa mendapatkan informasi dari networking orang - orang disekitarnya. Why? Because life is connected. So ngga perlu takut kehabisan informasi.
Buat kamu yang bekerja di telemarketing, bagaimana bisa mengenali apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh orang yang Anda hubungi? Dengarkan suaranya. Detilnya bagaimana? Akan saya bahas lebih detil dilain waktu mengenai sukses didunia telemarketing.
"Everybody is a sales person. When we say something to someone and they agree so you have sold something".

No comments:
Post a Comment